Elemen Rumah Tradisional Jepang Khas
Inspirasi Hunian

8 Elemen Rumah Tradisional Jepang yang Khas

Pernah lihat kartun Doraemon? Pasti ingat ‘kan dengan konsep rumah tradisional Jepang yang menggunakan lantai dari anyaman dan pintu gesernya? Rumah tradisional Jepang memang merupakan salah satu jenis arsitektur yang memiliki kekhasan yang menarik. Bahkan, elemen tradisional dari rumah Jepang masih terus diterapkan pada hunian-hunian modern yang bergaya Jepang.

Rumah tradisional yang biasa disebut dengan nama minka ini merupakan sebuah bangunan bergaya zen dengan bahan material utama dari kayu. Salah satu alasan mengapa bahan utamanya adalah kayu karena daerah Jepang rawan gempa dan kayu bisa meminimalkan kerusakan rumah. Nah, mau tahu elemen khas lain dari minka ini? Yuk, disimak.

1. Genkan

Genkan

Sumber: nisekoprojects

Ruangan pertama yang akan Anda lihat saat mengunjungi rumah Jepang adalah area Genkan, yaitu area di dalam rumah yang berada setelah pintu utama yang lebih rendah dari lantai rumah. Ruang ini berfungsi sebagai transisi antara luar dan dalam rumah. Di ruang ini jugalah biasanya pemilik rumah meletakkan sepatu yang digunakan dari luar dan memakai sandal atau alas kaki di dalam rumah.

2. Tatami

tatami

Sumber: tsunagujapan

Ini dia elemen yang menjadi ciri khas dari rumah Jepang. Tatami merupakan lantai khas pada rumah tradisional Jepang yang terbuat dari anyaman jerami Igusa. Material ini digunakan karena mampu membuat rumah terasa lebih sejuk pada saat musim panas, namun tetap hangat saat musim dingin. Sebagai salah satu elemen khas dari rumah Jepang yang sangat populer, tatami masih sering ditemukan pada rumah-rumah Jepang modern di masa kini.

3. Washitsu

washitsu

Sumber: zuien

Washitsu merupakan ruang yang beralaskan tatami dalam bangunan tradisional Jepang. Ukuran luas sebuah ruangan bisa diukur dari jumlah tatami yang digunakan pada lantai. Meskipun washitsu adalah ruang serba guna untuk berbagai keperluan, terdapat satu washitsu utama yang disebut dengan zashiki. Zashiki berada di bagian paling dalam rumah dan dipakai sebagai ruang tamu.

Fungsi washitsu akan berubah tergantung pada alat rumah tangga apa yang dipakai. Washitsu bisa berubah menjadi ruang belajar saat diletakkan meja, bisa juga berubah menjadi ruang tidur bila diletakkan futon (matras tidur), dan menjadi ruang makan bila diletakkan meja besar.

4. Engawa

Engawa di rumah tradisional Jepang

Sumber: wikimedia

Pada rumah Jepang, Anda juga bisa menemukan koridor yang berada di luar rumah sebelum memasuki bagian dalam rumah. Elemen pada rumah Jepang yang satu ini disebut dengan nama Engawa. Engawa berfungsi untuk memisahkan bagian dalam rumah dengan bagian luar rumah. Keberadaan Engawa sangat umum sehingga tak jarang Anda juga akan melihatnya pada film-film atau kartun Jepang.

5. Mushiko Mado

mushiko mado

Sumber: pinterest

Ciri khas lain dari arsitektur tradisional Jepang adalah penggunaan pintu geser. Pada pintu utama, umumnya digunakan Mushiko Mado, yaitu pintu geser yang memiliki celah-celah kecil. Selain Mushiko Mado ada juga pintu geser Shoji yang memiliki celah besar, namun dilapisi dengan kertas untuk memberikan penerangan dari luar rumah.

6. Tokonama

tokonama di rumah tradisional Jepang

Sumber: wikipedia

Memasuki ruangan di dalam rumah Jepang, Anda akan menemukan lantai yang berada pada salah satu sisi ruangan yang memiliki ketinggian level berbeda. Bagian ini dikenal dengan Tokonama, yang biasanya digunakan untuk meletakkan dekorasi artistik seperti lukisan, rangkaian bunga ikebana, dan sejenisnya.

7. Byobu

Byobu

Sumber: welcome-to-kyoto

Elemen khas selanjutnya adalah Byobu. Byobu merupakan partisi ruangan lipat yang digunakan untuk memisahkan ruang. Selain untuk memisahkan ruang, Byobu umumnya dibuat dengan lukisan yang artistik khas rumah Jepang. Hingga saat ini, Byobu masih banyak dicari dan digunakan sebagai unsur dekoratif karena keindahan seninya.

8. Elemen Kayu yang Kental

elemen kayu yang kental di rumah tradisional Jepang

Sumber: youtube

Arsitektur tradisional Jepang sangat menghargai hubungan antara bangunan dan juga alam. Sisi alami dari rumah Jepang bisa Anda lihat dari banyaknya penggunaan material kayu. Material kayu umumnya tidak memiliki finishing, selain coating yang diaplikasikan untuk daya tahan kayu. Tampilan alami dari urat dan warna kayu justru merupakan nilai estetika alami dari rumah tradisional Jepang.

Cantik sekali, ya? Wajar saja rumah tradisional Jepang biasanya sangat nyaman untuk ditinggali karena desainnya yang minimalis dan unsur-unsur alam yang digunakan. Adakah elemen yang ingin Anda terapkan pada hunian?

You Might Also Like...

No Comments

    Leave a Reply